Ditulis Oleh Ardhana Mulyono
Pemahaman mengenai “agama” yang berada di Masyarakat pada saat ini yaitu “agama” dalam pengertian Dunia Barat yang menerapkan sekularistik. Dimana disebut “agama” hanya menyangkut dan berhubungan privat antara manusia dengan tuhannya dan tidak berhubungan dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Agama hanya mengatur aspek yang terbatas melingkupi ibadah ritual, moral dan tidak mengatur seluruh aspek kehidupan secara total dan menyeluruh. Ketika pemaknaan seperti itu digunakan oleh umat Islam maka distorsi dan reduksi akan terjadi dan mengakibatkan penyimpangan dalam agama Islam. Seharusnya selain dimaknai secara spiritual, islam juga harus dimaknai secara Ideologis Dimana diterapkan pada akal dan perbuatan sehari-hari atau dalam hal ini saya sebutkan sebagai view of live.
Ideologi secara harfiah disebutkan yaitu satu sistem ide, gagasan, keyakinan dan nilai yang saling bergantung dan mencerminkan serta mempertahankan kepentingan sebuah kelompok atau Masyarakat. Dimana ideologi mengatur struktur sosial dan kebudayaan serta memberi aturan mengenai tingkah laku, sikap, moral, etika dan cita-cita. Filsuf prancis Destutt de Tracy (1796) menyebutkan bahwa Ideologi adalah ilmu yang meliputi tentang asal-usul dan hakikat ide atau gagasan. Dalam pengertian Taqiyuddin An Nabhani, Ideologi adalah Aqidah aqliyah (akidah yang didapatkan dari proses berpikir rasional). Aqidah sendiri juga diyakini sebagai pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan hidup serta tentang apa yang ada dan tidak setelah kehidupan. Dalam hal ini mencakup 2 bahasannya yaitu Aqidah siyasiyyah yaitu mengenai perkara pengaturan kehidupan, Pemerintahan, Ekonomi dsb. Yang kedua adalah Aqidah Ruhiyyah yaitu mengenai perkara ketuhanan, ibadah, Akhlak dsbnya.
Dengan itu dapat dimaknai Ideologi Islam adalah pemikiran yang memiliki substansi makna yang mendalam serta fundamental, Dimana Ideologi Islam itu menjadi oenghancur paham sekulerisme yang telah membelenggu dan mengacaukan pemikiran umat. Islam juga mengalami proses purifikasi dan revitalisasi dengan maksud Islam kembali menempati posisinya yang telah ditetapkan oleh ALLAH SWT. Yaitu menjadi penuntun serta pengatur segala urusan hidup manusia secara utuh dan menyeluruh (kaffah). Allah SWT dalam firmannya menyebutkan bahwa “hai orang-orang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara kaffah(keseluruhan), dan janganlah kamu turut Langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (Q.S Al-Baqarah:208).
Karena itu Islam ditetapkan bahwa sebelum kehidupan Allah sudah ada untuk menciptakan manusia, alam semesta dan segala isi didalamnya termasuk kehidupan. Allah mengatur serta memberikan aturan untuk menunjukan bahwa akan ada alam akhirat yang balasannya dapat berupa surga atau neraka bergantung pada kita yang terikat pada aturannya atau malah mengikuti kelicikan setan. Itulah yang menjadi realitas Ideologi Islam yang harus diyakini oleh setiap muslim.

